Bilangnya sih friend, tetapi kok
sikapnya enemy?
Di depan manis di belakang pahit. Bukan tak mungkin kita bertemu dengan rekan
kerja bertipe ini. Yuk, kenali ciri-ciri frenemy
dan cara nge-deal
dengan mereka.
Dalam buku The Essentials of Being Fabulous,
Ellen Lubin-Sherman mengupas 9 tanda kalau rekan kerja berpotensi menjadi frenemy.
1.
Good news is a bad news. Saat sesuatu yang baik
menghampiri, frenemy
tak menganggap itu baik, tetapi ancaman atas posisinya. Misalnya saat Anda
mendapat pujian dari bos atau dipercaya menjalankan proyek baru, raut muka atau
gestur tubuhnya terlihat tidak nyaman walau dibalut dengan senyuman. Bahkan
berusaha mengganti topik pembicaraan saat berbagi berita bagus kepadanya.
2. Memotivasi Anda
untuk resign dengan
mengumbar keburukan atasan atau perusahaan. Padahal, dia sendiri masih
bertahan. Jelas, tujuannya untuk mengurangi persaingan.
3. Berkelit dari gosip.
Ada rekan lain yang bilang kalau dia membicarakan keburukan Anda di belakang.
Saat dikonfirmasi, ia akan berkelit kalau seseorang telah salah mengartikan
kata-katanya.
4. Kurang peka.
Anda sedang sedih karena kena omelan si bos. Bukannya menyemangati kita untuk
lebih baik, dia malah membicarakan teman-temannya yang dipecat karena kasus
yang sama.
5. Memuji untuk
menjatuhkan. Anda datang ke kantor dengan potongan
rambut pendek baru, frenemy
akan bilang “Lo cantik waktu rambut lo masih panjang, deh,”. Jadi, maksudnya
sekarang Anda jelek, gitu? Yang pasti, ia senang melihat kita tidak percaya
diri soal penampilan, walau sebenarnya potongan rambut pendek atau panjang tak
memengaruhi kecantikan apalagi kinerja Anda di kantor.
6. Tak ingin Anda
bekerja lebih baik darinya. Alhasil, ia senang sekali
mengajak Anda untuk lebih santai menghadapi deadline
dan menghambat kemajuan, “Jangan rajin-rajin amat sih kerjanya. Gue juga belum
ngerjain apa-apa,”. Padahal, dia sudah mengerjakannya diam-diam.
7. Mengungkit
kekurangan. Ceroboh adalah salah satu penyakit Anda
selama ini. Bukannya membantu kita menyembuhkannya, frenemy senang sekali mengungkitnya di saat
genting, seperti meeting.
Saat Anda lupa membawa dokumen, ia akan bilang “kamu kan memang ceroboh,”.
8. Melempar kesalahan.
Semua masalah pasti ada solusinya, tetapi frenemy
seakan membuatnya semakin runyam. Bahkan, ia bisa menjadikan Anda "kambing
hitam" atas kesalahan yang ia buat.
9. Membuyarkan
impian. Tiap kali sharing
soal mimpi bersama teman yang satu ini, bukannya terwujud malah membuat mimpi
pupus di tengah jalan. Kata-katanya memang terdengar realistis, tetapi teman
yang baik seharusnya menyemangati kita untuk mengejar mimpi.
Title : Teman tetapi Musuh, Ini Tandanya
Description : Bilangnya sih friend , tetapi kok sikapnya enemy ? Di depan manis di belakang pahit. Bukan tak mungkin kita bertemu dengan rekan kerja...