Tingginya angka perceraian selama
kurun waktu 10 tahun terakhir ini, tanpa disadari menyebabkan banyak orang jadi
takut menikah, terutama perempuan. Mengapa demikian?
Dengan latar belakang,
angka perceraian yang tinggi, membuat sejumlah perempuan jadi lebih waspada
ketika pasangan mengajak menikah. Jika dulu, masalah keuangan menjadi alasan
tertundanya pernikahan, sekarang yang menjadi hambatan justru adalah hal-hal
lain di luar keuangan dan restu keluarga.
“Kita sekarang hidup di budaya yang
bergantung pada pandangan dan pengalaman orang lain. Misalnya ada teman atau
kerabat yang mencurahkan isi hati, soal kebimbangannya untuk melanjutkan
pertunangan dengan pasangan, seringnya kita malah memintanya untuk
mempertimbangkan lagi niatan menikah. Dengan alasan, karena banyak pasangan
yang akhirnya bercerai,” jelas Sheryl Paul, penulis The
Conscious Bride.
Dari beberapa kekhawatiran
yang diutarakan oleh pasiennya, terdapat empat alasan paling populer, seperti
yang terurai berikut ini;
Tak lagi sebebas
merpati
Alasan utama perempuan
untuk menunda pernikahan, salah satunya kehilangan waktu untuk tetap melakukan
kegiatan di masa lajang. Seperti, hang out dengan teman di hari jumat malam,
memanjakan diri di salon saat akhir pekan, atau bebas belanja pada musim
diskon.
Ambisi karier
tersendat
Dahulu, perempuan bekerja
yang menikah, biasanya segera mengundurkan diri dari pekerjaan demi tujuan
mulia, yaitu berbakti kepada suami dan membangun keluarga. Sekarang, hal yang
demikian semakin jarang terjadi. Bahkan, menurut Sheryl, pencetus dari banyak
kasus perceraian adalah istri merasa suami menghambat peningkatan karier
mereka.
Sehingga tak heran, bila
akhirnya pernikahan diartikan sebagai ‘kerikil’ yang akan membuat karier
perempuan berjalan tersendat.
Perselingkuhan
“Seorang pasien pernah
mengatakan alasannya bercerai karena suami berselingkuh. Namun, bagi dirinya
yang paling menyakitkan adalah pengorbanannya yang telah merelakan karier dan
kebebasan demi berkomitmen pada pasangan, justru dibalas suami dengan
perselingkuhan,” kisah Sheryl
Menurutnya, baik dulu
maupun sekarang, besarnya potensi pria berselingkuh menjadi pertimbangan utama
perempuan untuk menikah. Biasanya, lagi-lagi, karena melihat pengalaman orang
lain yang bercerai karena suaminya berselingkuh.
Meragukan diri
sendiri
Pernah dengan pernyataan
yang mengatakan, bahwa karakter seseorang saat masih pacaran jauh berbeda
ketika ia menikah. Jika dikaitkan dengan ungkapan Sheryl, ternyata memang benar
demikian. “Ragu bahwa cinta mereka akan tetap sama setelah bertahun-tahun
menikah, dan kemampuan mengurus rumahtangga, adalah jawaban yang banyak
diungkapkan oleh beberapa perempuan yang saya survei saat proses penulisan buku The
Conscious Bride.” tutup
Sheryl.
Title : Perempuan Zaman Sekarang Berpikir “Seribu” Kali untuk Menikah, Kenapa?
Description : Tingginya angka perceraian selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini, tanpa disadari menyebabkan banyak orang jadi takut menikah, terut...