Salah satu hal paling sulit
dihadapi dalam hidup adalah kehilangan pasangan yang sangat dicintai. Baik itu
istri yang ditinggal mati suami atau sebaliknya, kematian adalah peristiwa
dukacita yang sangat memilukan dan membuat patah hati.
Saking dalamnya kesedihan
yang dirasakan, ada banyak efek yang ditimbulkan bagi orang yang ditinggalkan.
Dalam salah satu penelitian terhadap laki-laki dan perempuan yang telah
kehilangan pasangannya, psikolog klinis di Teachers College, George A Bonanno,
mengungkapkan bahwa gejala paling parah dari ditinggal mati oleh pasangan
adalah kesedihan, kecemasan, depresi, shock,
pikiran terganggu, dan perilaku membatasi diri.
Sekalipun dukacita tak boleh
berlarut-larut, tampaknya kematian sering kali membawa duka yang panjang dan
parahnya membuat membuat pasangan yang ditinggalkan jadi depresi dan hidupnya
hancur berantakan.
Banyak cara untuk
mengekspresikan rasa duka, salah satunya lewat surat cinta yang sangat
romantis. Hal itu dilakukan oleh seorang wanita yang ditinggal mati suaminya
ketika ia sedang hamil. Surat yang ditulis 500 tahun lalu (1582) di Korea ini
ditujukan untuk sang suami Eung Tae-lee yang meninggal pada usia 30 tahun.
Dalam surat cintanya, janda
ini menuturkan semua isi hati, cinta, dan menagih janji-janji indah yang pernah
diungkap Lee kepadanya. Karena kesedihannya, hidupnya jadi berantakan. Ia
bahkan rela menganyam sebuah sandal dengan penuh cinta. Sandal yang dikubur
bersama tubuh Lee dan surat cinta ini dibuat dari anyaman tali rami dan rambut
si istri yang patah hati.
"Untuk ayah Won (nama sang anak)
1 Juni 1586,
Kau selalu berkata,
"Sayang, kita akan hidup bersama-sama sampai rambut kita memutih dan kita
juga akan mati pada hari yang sama." Tapi ternyata kau lebih dulu pergi
meninggalkan aku. Kepada siapa aku dan anak kita harus bertanya dan bagaimana
kami bisa hidup? Bagaimana mungkin kau pergi sebelum aku?
Bagaimana mungkin kau
membawa hatiku padamu dan bagaimana aku bisa memberi hatiku padamu? Ketika kita
sedang bersantai bersama, kau selalu berkata, "Sayang, apakah ada orang
lain yang bisa menghargai dan saling mencintai seperti yang kita lakukan?
Apakah mereka benar-benar seperti kita?" Bagaimana mungkin kau pergi
sebelum aku?
Aku tidak bisa hidup tanpa
dirimu. Aku hanya ingin pergi bersamamu. Bawalah aku bersamamu ke tempat kau
berada. Perasaanku kepadamu tidak akan bisa ku lupakan di dunia ini, dan
kesedihan ku tak terbatas. Di mana aku harus meletakkan hatiku saat ini, dan
bagaimana aku bisa hidup bersama dengan anak yang selalu merindukanmu?
Bacalah surat ini dan
ceritakanlah dengan detail di dalam mimpiku. Aku hanya ingin mendengarkan
kata-katamu dalam mimpiku, sama seperti pesan yang kutulis dalam surat ini.
Lihatlah baik-baik dan katakan kepadaku.
Ketika anak kita sudah lahir
ke dunia, siapakah yang harus dipanggilnya ayah? Siapakah yang bisa membayangkan
bagaimana perasaanku saat itu? Tidak ada tragedi yang seperti ku alami di dunia
ini.
Kau hanya berada di tempat
lain, tapi tak sepertiku yang ada di tempat penuh penderitaan. Tak ada batasan
dan cara untuk mengakhiri penderitaanku dengan bahasa yang kasar. Bacalah surat
ini dan datang kepadaku dalam mimpi. Tunjukkanlah dirimu dan beri tahu aku. Aku
percaya kalau aku akan melihatmu dalam mimpi. Datanglah kepadaku dengan
diam-diam dan tunjukkan wajahmu. Semua kata-kataku untukmu ini tak akan ada habisnya,
tapi aku berhenti di sini."
Title : Mengharukan !! Surat Cinta Berisi Curahan Hati Istri untuk Mendiang Suami
Description : Salah satu hal paling sulit dihadapi dalam hidup adalah kehilangan pasangan yang sangat dicintai. Baik itu istri yang ditinggal mati s...