Bahagianya
melihat si kecil mulai tumbuh besar, namun seiring dengan itu, ternyata ada
sifat-sifat sang buah hati yang mulai membuat Anda sedikit pusing dan kerap
jengkel dibuatnya. Salah satunya adalah cepat ngambek, bahkan sampai mengamuk.
Kebiasaan
mengamuknya ini semakin menjadi apabila ada keinginannya tidak dituruti, yang
paling merepotkan saat terjadi di ruang publik. Duh, kalau bisa Anda tentu
ingin menutupi wajah akibat malu, karena tabiat si kecil menarik perhatian
banyak orang. Jika begini, bagaimana sih cara mengatasi kebiasaan buruknya ini
ya?
1.
Jangan biarkan anak melihat sinyal ketakutan Anda
Kalau sudah
merasa emosi karena si kecil ngambek, sebaiknya Anda bersikap tenang. Sekalipun
tak tega melihat air matanya, jangan biarkan si kecil 'mencium' ketakutan Anda.
Misalnya, wajah yang mengencang, tangan berkeringat, dan lainnya. Tenangkan
diri, tarik nafas, dan jangan bereaksi berlebihan saat ia berulah.
2.
Jangan melihat matanya
Dengan kata
lain, jangan perhatikan amukannya. Pura-pura saja tidak memerhatikannya,
terutama di bagian mata. Saat memandang matanya yang menghiba dan penuh air
mata, Anda pasti akan segera luluh dan membuat Anda menuruti keinginannya.
3.
Tenangkan
Pasti
memalukan ketika Anda dan keluarga sedang makan bersama di restoran, dan si
kecil terus menangis. Kalau sudah begini, ajak si kecil keluar dan tenangkan
dia.
4.
Kendalikan buah hati Anda
Mengendalikan
anak kecil yang sedang mengamuk memang menjadi tantangan yang besar. Bayi yang
mengamuk biasanya akan melemparkan barang-barang ke seluruh ruangan. Kendalikan
dan pegang dia erat-erat dan bersiaplah untuk sedikit "akrobatik" dan
mengikuti gerakannya.
5. Pastikan ia cukup tidur
Balita yang
kurang tidur biasanya lebih sering ngambek dibandingkan yang cukup tidur.
Pastikan si kecil cukup tidur agar tak mudah ngambek.
6.
Tak masalah kalau memberinya hukuman
Jangan
merasa menjadi orangtua yang buruk karena tak menuruti keinginan si kecil
sampai akhirnya ia ngambek. Ingatlah, bahwa hal ini adalah bagian normal dari
perkembangannya. Biarkan pasangan Anda yang mengambil alih sementara atau
memberinya hukuman di kamar.
7. Cari tahu pencegahannya
Ketahuilah
apa yang memicu kemarahannya, dan cegahlah hal ini terjadi. Perhatikan apakah
hal ini selalu terjadi dalam sehari, dan selalu terjadi saat ia lapar atau
bosan? kalau sudah tahu penyebabnya, Anda bisa mencegahnya.
8. Beri tahu mereka bahwa Anda mencintainya
Ketika anak
telah kembali tenang, peluk dan cium mereka. Biarkan mereka tahu bahwa Anda
mencintai mereka
Title : Cara Mengatasi Kebiasaan Mengamuk Si Kecil
Description : Bahagianya melihat si kecil mulai tumbuh besar, namun seiring dengan itu, ternyata ada sifat-sifat sang buah hati yang mulai membuat A...